Senin, 19 September 2011

Ilmu Jiwa Umum (Karakteristik Dan Fantasi).


BAB I
PENDAHULUAN


A.     LATAR BELAKANG
Keberadaan Ilmu Jiwa Umum di dunia pendidikan modern ini sangatlah penting dan untuk dapat melengkapi keberadaan Ilmu Jiwa Umum secara utuh, maka ada beberapa hal yang perlu kita pelajari. Namun sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang Ilmu Jiwa Umum secara keseluruhan. Kita juga harus mengetahui tentang kognisinya. Yang akan kita bahas dalam makalah ini yaitu tentang kognisi yang meliputi karateristik dan fantasi. Kedua hal tersebut merupakan tugas jiwa pengenalan dalam ilmu jiwa umum.

B.      RUMUSAN MASALAH
Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik beberapa pokok permasalahan, diantaranya :
1.        Apakah pengertian karakteristik dan fantasi ?
2.        Ada berapa macam dari karakteristik dan fantasi ?
3.        Apakah kegunaan dari karakteristik dan fantasi ?

C.     TUJUAN
Tujuan pembahasan makalah ini yaitu untuk memahami tentang :
1.        Pengertian karaktristik dan fantasi.
2.        Macam-macam karakteristik dan fantasi.
3.        Kegunaan karakteristik dan fantasi.







BAB II
PEMBAHASAN


A.     PENGERTIAN KARAKTERISTIK DAN FANTASI.
1.        KARAKTERISTIK
Istilah karakteristik sering dipersamakan dengan istilah kepribadian. Karakteristik membahas mengenai beberapa fase khusus dari kepribadian. Diketahui bahwa manusia termasuk makhluk psychosomatis, yaitu makhluk yang terdiri dari unsur jasmaniah dan ruhaniah. Kedua unsur ini saling mempengaruhi kesempurnaan dan kelemahan di suatu pihak mempengaruhi pihak yang lain, sehingga terjadi ketegangan antara keduanya. Dengan demikian unsur jasmaniah itu menentukan kondisi karakter dan juga sebaliknya karakter itu mempengaruhi ekspresi fisik dan tingkah laku jasmaniah.
Sebelum jauh membahas karakteristik, maka kita harus lebih dahulu mengetahui pengertian dari karakteristik. Karakteristik adalah suatu keadaan jiwa yang tampak dalam tingkah laku dan perbuatan.
2.        FANTASI
Kadang-kadang orang dapat meninggalkan dunia yang dihuninya, pergi ke dunia yang lain, dengan kekuatan jiwanya, yaitu fantasi.
Fantasi menurut pendapat lama yaitu suatu daya jiwa yang dapat membentuk tanggapan-tanggapan baru dengan bantuan tanggapan-tanggapan yang sudah ada atau tanggapan lama. Sedangkan fantasi menurut pendapat baru yaitu suatu daya jiwa untuk menciptakan suatu yang baru.
Berfantasi merupakan perbuatan yang sangat ringan, murah, gratis dan dapat dikerjakan oleh semua orang. Setiap orang dapat memuaskan hatinya dengan bebas dalam alam imajiner tanpa disertai pertanggung jawaban. Dengan fantasi, manusia dapat membentuk sesuatu sebelumnya tidak ada menjadi ada menjadi suatu kreasi dan kadang-kadang menjadi khayal belaka.



B.      MACAM-MACAM KARAKTERISTIK DAN FANTASI.
1.        KARAKTERISTIK
Dalam hal ini, penyelidikan para ahli berbeda-beda, diantaranya :
a)       Menurut Hippocrates dan Galenus, karakteristik dibagi menjadi empat macam (Kartini Kartono, 1980 ; 52), yaitu :
1)       Sanguinikus, dominasi dari darah merah (sanguis), orang yang bersifat gembira, lincah rencah.
2)       Flegmatikus, dominasi dari lendir putih (flegma), individunya bersifat tenang, tidak mudah tergerak.
3)       Kholerikus, dominasi dari empedu kuning (chole), orangnya bersifat garang, hebat, bengis, dan mudah marah.
4)       Melankholikus, dominasi dari empedu hitam (melankhole), orangnya bersifat pesimis, bengis dan muram.
b)       Menurut Kretsehmer membagi manusia ke dalam empat golongan menurut tipe atau bentuk tubuhnya masing-masing, yaitu :
1)       Tipe pignis atau pyknoid ; orang dengan perwatakan gemuk (bundar), mempunyai sifat humor, gembira, optimistis.
2)       Tipe atletis ; yang bertubuh atlet, mempunyai sifat realistis, punya watak ingin berkuasa, ekstrovert, supel dalam pergaulan.
3)       Tipe astenis ; yang bertubuh kurus (tipis), biasanya punya watak pemurung, kalau dalam pergaulan mudah tersinggung (sensitif).
4)       Tipe displastis (hypoplastic) ; orang yang perkembangannya tidak normal atau kerdil.
c)       Menurut Spranger membedakan enam tipe karakter manusia (Ngalim Purwanto, 1984 ; 150) sebagai berikut :
1)       Manusia ekonomi, sifatnya suka bekerja, mencari untung.
2)       Manusia sosial, sifatnya suka mengabdi dan berkorban untuk kepentingan orang lain.
3)       Manusia kuasa atau politik, sifatnya suka menguasai orang lain.
4)       Manusia teori, sifatnya suka berfikir, berfilsafat, mengabdi kepada ilmu.
5)       Manusia seni, sifatnya suka menikmati atau mengenyam keindahan.
6)       Manusia agama, sifatnya suka berbakti dan beribadah.
d)      Menurut Heymans, karakteristik seseorang dapat dijabarkan sebagai berikut :
1)       Tipe amorf, orang yang bertipe ini tidak emosional, tidak aktif, intelektualitas kurang, berpikiran dangkal, tidak praktis, picik, kaku dan tidak cepat paham, bersikap dingin dalam bergaul, singkat bicaranya, gampang dikuasai orang lain, pelupa dan suka mengisolir diri (menyepi).
2)       Tipe sanguinis, orang yang bertipe ini sifatnya infantilitis (kekanak-kanakan), emosionalnya lemah, tetapi aktivitasnya kuat, cekatan, berani, periang, suka bergaul, suka membaca, ingatannya kuat, pandangannya luas serta mudah faham.
3)       Tipe flegmatis, orang yang bertipe ini dapat menguasai emosi atau tidak cepat dipengaruhi emosi, tetapi aktifitasnya lemah, tenang sabar teratur, bijak tekun dalam bekerja, optimis dalam bergaul, mandiri, cerdas, ingatan kuat, daya tanggapan baik, suka membaca dan senang berfikir dan biasanya banyak perhitungan (mathematisch).
4)       Tipe apatis, orang yang bertipe ini dijuluki manusia mesin. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain suka menyendiri, pendiam, sama sekali tidak ada self-respect, jauh dari rasa gila hormat, kurang berani, sukar dalam mengambil keputusan, berpegang teguh dalam pendirian dan juga pendendam.
5)       Tipe nerves, orang yang bertipe ini pada umumnya menampakkan sebuah kehidupan emosi yang kuat yang berubah dan sukar diduga, penggugup, mudah tersinggung jika dirangsang suatu stimulus, bersikap garang, mudah hilang keseimbangan, suka membantah, agresif, tidak sabar, berfikir dangkal dan juga tidak praktis.
6)       Tipe koleris, orang yang bertipe ini memiliki emosionalitas yang kuat, aktivitasnya positif, sangat lincah dalam bergaul, suka memanfaatkan waktu luang, berani, cekatan, namun kurang mendalam dalam berpikir, emosinya kuat dan berubah-ubah, optimistis, periang, ingatannya sangat kuat, bersikap hati-hati dan telaten, suka berpikir tidak abstrak dan pemboros.
7)       Tipe berpasi, orang yang bertipe ini kadang-kadang disebut gepassionurden (orang hebat). Sifat-sifatnya antara lain kurang sabar, bersikap curiga, suka mengkritik, jika tersinggung sukar memaafkan, suka bekerja teratur, teliti, mandiri, ambisius, dan penuh semangat.
8)       Tipe sentimental, orang yang bertipe ini dianggap manusia perayu, berpengaruh dan dapat memengaruhi orang lain dengan idealismenya, suka mengisolir diri (menyepi), cinta alam, tidak periang, tidak mudah tertawa, agak kaku tetapi jujur dan setia.
e)       Menurut C.G. Jung, karakteristik manusia dapat dibagi menjadi dua golongan besar (Ngalim Purwanto, 1984 ; 152) yaitu :
1)       Tipe extrovert, orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya, kepada orang lain dan kepada masyarakat. Sifat-sifat yang dimiliki orang yang bertipe ini antara lain berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah, mudah dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungannya.
2)       Tipe introvert, orang yang perhatiannya mengarah kepada dirinya, kepada aku-nya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain penyesuaian dengan dunia luar, tertutup, sukar bercanda sukar bergaul dengan orang lain, pendiam, sukar diselami batinnya, suka menyendiri.
2.        FANTASI
Dibawah ini menjelaskan macam-macam fantasi yang dilihat atau diteliti dari beberapa segi, diantaranya :
a)       Menurut terjadinya, fantasi ada 2 macam, yaitu :
1.        Fantasi yang tidak disadari yaitu fantasi yang terjadi tanpa kita ketahui bahwa kita berfantasi.
2.        Fantasi yang disadari yaitu fantasi yang terjadi kita ketahui bahwa kita berfantasi. Fantasi yang disadari dibedakan menjadi 2 macam lagi :
a)       Fantasi disadari yang pasif, yaitu fantasi disadari yang tidak dipimpin oleh akal maupun kamauan kita. Contoh : melamun.
b)       Fantasi disadari yang aktif, yaitu fantasi disadari yang dipimpin oleh kemauan dan akal kita.
b)       Menurut jenis-jenisnya, fantasi dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1.        Fantasi mencipta, yaitu yang dapat menghasilkan sesuatu yang sungguh-sungguh baru.
2.        Fantasi terpimpin, yaitu fantasi yang timbul karena sesuatu perangsang dari luar dan fantasi ini hanya menikmatinya.
3.        Fantasi melaksanakan, yaitu fantasi yang berada diantara fantasi mencipta dan fantasi terpimpin.
c)       Apabila dilihat dari segi cara orang berfantasi, maka fantasi dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1.       Fantasi abstraksi, yaitu fantasi yang beberapa keadaan atau sifat yang dikhayalkannya menghilang.
2.       Fantasi determinasi, yaitu menentukan bangun atau bentuk obyek yang dikhayalkan dengan cara memperbesar atau memperkecil ciri-cirinya.
3.       Fantasi kombinasi, yaitu menghubungkan tanggapan yang satu dengan yang lainnya sehingga terwujud fantasi yang berbentuk baru.

C.     KEGUNAAN KARAKTERISTIK DAN FANTASI.
1.        KARAKTERISTIK
Kegunaan karakteristik bagi kehidupan kita, antara lain :
a)       Dengan karakteristik kita dapat bersikap sesuai dengan yang digunakan untuk berbaur atau bersosialisasi dengan orang lain.
b)       Dengan karakteristik kita dapat mengetahui bakat seseorang.
c)       Dengan karakteristik jug kita dapat menyikapi tingkah atau perilaku atau bahkan sifat seseorang.
2.        FANTASI
Kegunaan fantasi bagi hidup kita, antara lain :
a)       Dengan fantasi, seorang bisa menciptakan sesuatu yang baru atau karya yang besar.
b)       Dengan fantasi, seseorang bisa ikut bersimpati dengan sesama manusia meski tempatnya berjauhan.
c)       Dengan fantasi, seseorang bisa mengambil intisari dan mengikuti perjalanan sejarah, sekaligus bisa membentuk watak seseorang.
d)      Dengan fantasi, seseorang dapat merencanakan kehidupan di hari nanti.
e)       Dengan fantasi, seseorang bisa merintang, rintang duka di hidup kini dan pergi ke dunia yang indah.


DAFTAR PUSTAKA



1.       Baharuddin. 2009. Psikologi Pendidikan. Ar Ruzz Media : Jogjakarta.
2.       Kartini Kartono. 1984. Psikologi Umum. Alumni : Bandung.
3.       Ngalim Purwanto, M. 1984. Psikologi Pendidikan. Remaja Karya : Bandung.
4.       Sujanto, Agus. 2004. Psikologi Umum. Bumi Aksara : Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar