Senin, 19 September 2011

MAKALAH FILSAFAT ATOMISME

Kata Pengantar


            Puji syukur atas berkat rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami dengan baik dan tepat waktu. Dengan tema Aliran Atomisme dari mata kuliah Ilmu Perkembangan Filsafat.

            Keberadaan Ilmu Perkembangan Ilmu Filsafat sangatlah penting untuk kita sebagai calon pendidik. Maka di makalah ini kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penjelasan tentang Ilmu Filsafat Aliran Atomisme.

            Tak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang turut membantu tercapainya makalah kami, baik dari segi moril maupun materil.

            Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah kami, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun kami nantikan demi kesempurnaan makalah kami.





                                                                                                            Penyusun






















DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL            :...................................................................... i
KATA PENGANTAR         :……………………………………………..ii
DAFTAR ISI                         :……………………………………………..iii

BAB I
            PENDAHULUAN    : 1.1) Latar Belakang………………………….1
                                                : 1.2) Rumusan Masalah……………………....1
                                                : 1.3) Tujuan…………………………………..1
BAB II
            ATOMISME             : a) Pengertian Atomisme……………………..2
                                                : b) Aliran Atomisme………………………....2
                                                : c) Atom dan Sifatnya………………………..3
                                                : d) Atom tidak dapat dibagi………………….3
                                                : e) Atom dan Kekosongan…………………...4
                                                : f) Dalil……………………………………….4
BAB III
            PENUTUP                 :Kesimpulan…………………………………..5

REFERENSI                         :………………………………………………6


BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Ø  Makalah ini kami susun berdasarkan tugas yang diberikan oleh Bpk Drs.Amiruddin,M.Ag.
Ø  Selain itu makalah ini berfungsi sebagai bahan pembelajaran bagi teman-teman Maha siswa Maha siswi dalam mempelajari ilmu filsafat aliran atomisme.

1.2  Rumusan Masalah

Ø  Apa yang dimaksud dengan aliran atomisme?
Ø  Apakah atomisme dapat dibagi?
Ø  Dengan dalil apa yang dapat memperkuat pendapat itu?
Ø  Apakah atom dan kekosongan saling berkaitan?

1.3  Tujuan

Ø  Agar kami lebih mengerti tentang ilmu filsafat aliran atomisme.
Ø  Mencoba memberikan jawaban dari persoalan atomisme.
Ø  Dapat mengetahui atom dan kekosongan itu saling berkaitan.


BAB II
ATOMISME


A. Pengertian Atomisme

            Atomisme adalah teori filosofis dan ilmiah bahwa keyataan dibentuk oleh bagian-bagian elementer yang tak dapat dibagi yang disebut atom. Dengan adanya eksistensi atom maka akan terdapat juga lawan atom, atau “anti-atom” yaitu kekosongan.

            Democritus dari Abdera (469-370) menamakannya atom,yang berasal dari “atomos”  yang dalam bahasa Yunani berati “tidak bisa dipotong”. Atom, menurut Democritus, bagaikan blok-blok yang sangat kecil hingga tak terlihat lagi, yang tidak bisa dibagi dan bersifat abadi.

            Democritus beranggapan bahwa ada  tak terhingga jenis atom di alam semsta, di mana masing-masing atom mempunyai sifat tersendiri. “Atom kayu”, sebagai contoh, akan berperilaku berbeda dengan “Atom air”. Sifat-sifat dari atom yang akan terasa oleh indra kita, sabagai warna, berat dan lain-lain. Perkembangan sains telah mengidentifikasika sejumlah jenis atom, misal ferrum (besi) dan aurum (emas) dan kombinasi atom-atom, misal air dari atom hidrogen dan atom oksigen.

B. Aliran Atom

Alliran atom terbagi menjadi tiga yaitu:
      1) Atomisme Logik
Dotrin atomisme logik Wittgenstein bersandar pada prinsip penguraian (elucidation priciple) dimana realitas dunia dan bahasa diuraikan hingga kekomponen-komponen terkecil.
Wettgenstien menegaskan bahwa logiak itu bukan sebuah teori tetapi suatu refleksi tentang dunia. Karena itu logika bersifat transendental dalam arti mendasari kenyataan dunia. Wettgenstein menekankan bahwa logika mengisi dunia dan dunia adalah batas-batasnya. Jadi dalam logika tidak dapat dikatakan bahwa ini ada didunia dan yang itu tidak ada.
      2) Atomisme Mu’tazilah
Abu Huzail’ Allaf adalah filosof mu’tazilah yang pertama dalam dunia keilmuan islam yang menelorkan qodhayah ini. Di dunia Islam atom disebut juz’u la yatajazza’ atau sering dengan istilah jauhar fard. Jauhar fard didefinisikan oleh Abu  Huzail sebagai partikel automik yang tejatuh, sehingga tak mempunyai sisi dan volume serta tak dapat disatukan atau dipisahkan. Menurut dia segala sesuatu terbentuk dari jauhar fard, segala sesuatu dapat terpecah menjadi partikel-partikel yang sederhana. Ketika partikel-partikel ini menyatu maka terciptalah sebuah materi, sama halnya ketika mereka terpisah yang terjadi adalah kerusakan dan kehancuran materi itu.
Mu’tazilah berpandangan rasional liberal. Setiap benda mempunyai nature sendiri menimbulkan efek tertentu dan tidak dapat menghasilkan efek lain. Api tidak bias menghasilkan sesuatu kecuali panas, dan es tidak bias menghasilkan sesuatu kecuali dingin.
      3) Atomisme Asy’Ariyah
Menurut Asy’Ariyah atom adalah partikel yang tak mampu lagi dipisahkan secara mutlak baik secara real maupun hipotesis.
Perkembangan sains bukan sekedar persoalan kapital melainkan teologis. Persisnya evek pandngan dari teologi. Teologi merupakan bagian utama dari pandangan dunia (word view) yang meluiskan kaitan antara sang pencipta dan yang dicipta. Teologi atau ilmu kalam yang diajarkan di dunia islam termasuk di Indonesia adalah aliran Asy’ariyah atau sering disebut sebagai aswaja.

C. Atom dan Sifatnya

          Democritus bekata bahwa atom ada berbagai jenis yang akan menunjukkan sifat dari suatu benda. Kalau atom itu hanya satu jenis, dengan berat dan ukuran yang sama, maka alam akan seragam di semua tempat, tidak ada yang membedakan satu sama lain. Tetapi kita tahu ada benda yang keras, ada yang ringan, ada yang berwarna merah dan ada yang rasanya manis.

            Para atomis awal berpikir bahwa perbedaan berat dan ukuran adalah yang menyababkan keaneka ragaman tersebut. Mererka mengandaikan rasa manis adalah dari atom yang berbentuk bula, rasa asam dari atom yang kasar dan bersudut banyak. Rasa asin yang berukuran besar yang berputar – putar dan atom pahit berasal dari atom kecil yang bengkok.Dan atom yang terasa berminyak adalah atom yang halus, kecil dan bundar (Robinson, An Intruduction to Early Greek Philosophy (1968), hal.200).

D. Atom Tidak Dapat Dibagi

Dari sifat-sifat atom yang dimodelkan, menurut Democritus ada dua interpretasi atom tidak bisa dibagi,
a)      tidak mungkin secara fisika untuk membagi suatu atom
b)      tidak munkin secara logis dan konseptual untuk membagi suatu atom.
Perbedaan dari kedua pandangan ini adalah pada a) sebuah atom masih mungkin mempunyai bagian yang lebih kecil . Tetapi, bagian itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain secara fisis. Secara matematis atom masih dapat dibagi, seperti kata Burnet, “kita harus mengamati bahwa atom tidak secara matematis tidak dapat dibagi, karena atom mempunyai magnituda; namun atom secara fisika tidak dapat dibagi, karena atom tidak mengandung tempat kosong”. Kenyataan bahwa atom-atom berbeda-beda dalam berat juga memperkuat argumen ini.
Sedangkan pada b) tidak ada artinya untuk berbicara tentang “bagian” dari suatu atom, karena hal itu tidak ada sama sekalli. Kalau seseorong bermaksud membagi atom menjadi bagian-bagiannya, dia akan mendapatkan bahwa ketidakmampuannya adlah bukan tekhnologis melainkan konseptual. Kata Guthrie,”Democritus berpendapat bahwa atom, bukan hanya sangat kecil tetapi partikel yang terkecil, bukan haya terlalu kecil untuk dibagi secara fisis tetapi juga tidak bisa dibagi secara logis”.

E. Atom dan Kekosongan

          Filsafat alam mengamati banyaknya keadaan yang berlawanan, misal panas dan dingin, basah dan kering. Dengan pemikiran ini maka jika terdapat atom, terdapat pula pasangannya, dalam hal ini kekosongan (void). Kekosongan adalah lawan dari atom, atau dapat disebut juga sebagai “Anti-atom”.

            Kalau tidak terdapat kekosongan, maka seluruh alam akan penuh sesak terisi oleh atom yang berdampingan satu sama lain.Tidak akan ada titik pada permukaan satu atom yang tidak menyentuh permukaan atom lain. Jadi kalau atom ada, mka kekosongan itu pasti ada.

          . Karena atom adalah Pemikiran ini diawali oleh perintis atomisme bahkan sebelum Democritus, yaitu Leucippus. Leucippus dan Democritus merasakan bahwa eksistensi atom dan kekosongan dapat menjelaskan alam secara rasional abadi dan selalu ada keseimbangan atom-kekosongan, maka kekosongan juga tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan.

F. Dalil

                   Orang Arab percaya bahwa Unit paling terkecil adalah atom. Dengan dasar Al-Qur’an surat Saba’ ayat 3 yang artinya sebagai berikut : tidak ada tersembunyi dari padanya sebuah darah pun yang ada dilangit dan di bumi, dan tidak ada pula yang lebih kecil dari pada itu. Konsep ini menjadi pegangan tokoh-tokoh fisik termasuk Sir Isaac Newton. Pada dasarnya atom adalah benda terkecil sehingga setetes air mengandung jutaan billion atom.
  


BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

          Atomisme adalah suatu aliran filsafat alam yang tidak banyak diperdebatkan; bukan karena kontraversial, melainkan para ahli filsafat lain pada umumnya menyetujui pemikiran Democritus dan Leucippus. Apa yang dinamakan atom oleh Democritus akan terus berkembang sejalan dengan penemuan-penemuan baru. Atomisme sangat berguna dalam memecahkan apakaah alam sebenarnya?, antara lain melalui ilmu pengetahuan (sains). Peran lain yang diberikan contohnya keseimbangan atom dan kekosongan, yang kemudian disebut hukum kekekalan massa.
            Penulis cenderung berpaham dengan atomisme karena alam semua sifat bisa kita telaah dari komponen-komponen terkecilnya. Sains di abad 18 dan 19 telah memperkuat argumen atomisme, dan kini atomisme dipergunakan secara luas dalam ilmu pengetahuan, antara lain dalam simulasi dinamika molekul, seorang ilmuan menghitung suhu benda dilihat dari atom-atom. Dapat diperdebatkan bahwa hasil sains sepaham dengan atomisme karena metode ilmiah yang digunakan memang atomisme. Kuantitas- kuantitas fisika yang didapatkan secara matematis serting kali didapatkan sebagai integral komponen-komponen kecilnya, yang dengan sendirinya adalah atomisme.



REFERENSI

1.      Hamlyn, D.W., The Penguin History of Western Philosiphy, Penguin Books, England, 1987
2.      Choen, Marc, Atomism, http://faculty. Wasington.edu/smcohen/320/atomism.htm
3.      Garett, Jan,The Atomism of Democritus, http://www.wku.edu/~garreje/democ.htm
4.      Gaardner, Jostein, Sophie’s World, Berkley Books, New York, 1996.
5.      Atomism, http://es.rice.edu/ES/humsoc/galileo/Things/atomism.html
6.      Atomism, http://www.cthonia.com/lyceum/philos_isms/atomism.html
                 






































0 komentar:

Poskan Komentar